West Papua & the Right to Live

hmm.. dunno where to start; tlalu banyak detail yg mengejutkan yg sbenerny ud jadi ‘rahasia umum’ yg diungkap akir2 ni. :( kalo liat judul di atas, sbagian mungkin ud bisa mengira2 apa yg akan saya share di sini; satu topik yg lagi hangat2ny dibicarain, trutama sama Bapak2 Pejabat terkait & org2 yg merasa ‘tidak tahu diri’-ny rakyat Papua yg menuntut referendum utk meraih kemerdekaan mereka sendiri versus mereka -kami- yg ‘membela’ Papua.

speaking of ‘ga tau diri’, let’s see.. yg mana yg lebih pantes menyandang ‘gelar’ itu. nope! no worries! i’m not gonna speak bout politic or economy! slain ga suka, mang ga kompeten jg ngomong soal itu. but i’ll speak bout the TRUTH, kebenaran yg mungkin uda banyak diketahui org2, tp banyak yg milih bungkam karena berbagai alasan; dr alesan ‘nasionalisme’ sampe ke alesan ‘kepentingan pribadi’. IMO, kykny lebih banyak yg punya alesan terakir deh. :roll:

sdikit latar belakang ttg topik hangat ni, 02 Agustus 2011 kmarin bole dibilang adalah tgl bersejarah bagi bangsa Papua. karena mereka ‘memulai kembali’ perjuangan mereka utk meraih kemerdekaan. dalam arti, scara terang2an di forum internasional diadakan konferensi yg membahas ttg tuntutan kepada pemerintah Indonesia, AS & PBB utk referendum bagi rakyat Papua. Karena Perpera ’69 yg jadi dasar bergabungny Papua ke wilayah NKRI dianggap ga sah. oh well, that’s also what i’ve thought. *gmn mo dianggep sah, klo org2 yg  ikutan vote itu adalah org2 yg uda dipilih scara ati2 oleh pihak2 tertentu demi kepentingan golongan sendiri. :x

ok, mari sedikit belajar sejarah. *saya sebenerny rada males ngomong soal sejarah Indonesia, sejak tau banyak bagian dr sejarah itu yg dimanipulasi. but, what i found, ni bukan hanya ttg sejarah; tp jg pengungkapan ttg apa yg sbenerny terjadi saat itu di Papua. so.. bbrp hari lalu, banyak yg ‘ribut’ ttg GENOSIDA yg dilakukan Indonesia thd rakyat Papua. saya jd mikir, ap sgitu parahny kah? memaaaang.. sblum tgl 02 Agustus kmrn itu uda banyak ‘crita2′ yg saya denger, liat ttg kekerasan di Papua. tu aj ud bikin hati miris, ngeliat gmn kejamnya sekelompok manusia menyiksa & membunuh sekelompok org lainnya. karena penasaran ama kata “GENOCIDE” itu, saya akirny mulai browsing, nyari tau.. and i found this document : Genocide Encyclopedia – West Papua. Di sini dijabarin ttg asal muasal West Papua dr masa pendudukan Belanda sampe bisa diambil alih & kemudian bergabung dgn Indonesia. lalu dr ‘ocehan2′ temen2, saya dapet lagi data baru ttg ‘sadisnya’ perlakuan yg diterima bangsa Papua sejak taun 60-an ampe skrg di West Papua Information Kit. Ga bs bilang data2 ini ga akurat, karena di situ tertulis jg link data2 terkait yg ditulis/disampaikan oleh orang2 dari berbagai kalangan di penjuru dunia. To be honest, saya ga ngecek smua link2 itu, cuma liat bbrapa yg mang tnyata ‘nyambung’.

Sedikit data ttg genocide yg disebut2:

  • Seluruh desa –laki2, perempuan, anak2- dipaksa buat gali sendiri lubang kuburan mereka sebelum akirny dibunuh.
  • Sumber makanan & air mereka dikasi limbah, supaya ada wabah kelaparan di sana.
  • Pelacur2 dr Jawa yg terinfeksi HIV/AIDS sengaja didatengin ke Papua supaya nularin penyakit itu ke mereka *FYI: skrg ni tingkat kejadian HIV/AIDS di Papua itu yg tertinggi di Indonesia.
  • Seorang ibu hamil dibunuh, bayiny yg blum lahir dibedah di tanah & diambil; sementara saudara perempuanny diperkosa rame2.
  • Blum lagi pengeboman, penembakan, operasi sapu bersih & tindakan2 sadis lainny yg dilakukan militer Indonesia thd rakyat Papua *ga bisa sebutin satu persatu, tlalu menyedihkan. :cry:

Miris.. sedih banget denger, baca, liat hal itu. saya sampai pada satu kesimpulan: “kekerasan uda jadi keseharian di tanah Papua, bagi bangsa Papua”. :( Ironis banget, sementara kita di sini dengan segala fasilitas yg kita punya masi suka ngeluh, mereka bahkan harus berjuang buat idup mereka.

Ampir staun lalu, saya juga pernah share ttg hal ampir serupa; nasionalisme & kemanusiaan. as i said before, saya ga nasionalis sama skali & saya ga suka sama politik. tp bukan karena hal itu saya jd ‘sepertiny’ membela bangsa Papua menuntut kemerdekaan mereka. This is not bout politic; kemerdekaan bangsa Papua. This is not bout economy; pemerataan kesejahteraan yg ga mereka terima, sementara -ironisny- Papua adalah wilayah yg kaya dgn emas & minyak. This is bout HUMANITY; hak bagi setiap org utk hidup. menurut saya, itu sebenerny yg mo dicapai sama rakyat Papua: kemerdekaan sejati, kesejahteraan, hak bagi setiap individu bangsa Papua untuk hidup. THE RIGHT TO LIVE!

saya bukan sosialis, juga bukan pejuang. saya jg ga bs seperti temen2 & sodara2 saya yg bisa ngepost data/video, bahkan ngetwit ampir setiap saat buat dukung Papua. what i do now, by sharing this.. is what i can do; sharing my thoughts and feelings bout what happened to Papuan in their own land. it’s not bout politic, it’s not bout economy; it’s time to spread the truth! knowing this things now, what are you gonna do?

“Bahwa sesungguhnya
KEMERDEKAAN itu ialah HAK SEGALA BANGSA
dan oleh sebab itu
maka PENJAJAHAN di atas dunia HARUS DIHAPUSKAN,
karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

“Whereas freedom is the inalienable right of all nations,
colonialism must be abolished in this world
as it is not in conformity with humanity and justice.”

Let there be peace, justice & freedom for every nation, every people.
Pray for Papua!
God loves  you all.

a Birthday Wish

hmm.. ain’t gonna make a wish list here. nor gonna write a ‘full-page’ note bout how my wish come true. just a lil share that i actually neva had a bday wish before. but this year is different; i  only have one simple wish. by the stroke at midnight, the day has passed; thought so was the wish. but who eva thought it flew back! got the wish even without me having to say it loud & clear. but, yeah.. I GOT IT! *happy \(^o^)/

anyway, thanks for all wishes sent to me; say ‘Amen’ for that! ahahahhaa.. :P

“thank you for being part of my life,
i’m everything i am.. because you love me” :)

Spaghetti Aglio Olio a la kadarnya

nama yg aneh kah? hihihihi.. yeap, disebut gitu karna mang ni masakan ala kadarnya. karena ada bbrapa bahan yg ga ada, so i just made it up with anything i could find in the kitchen. :P ga ada olive oil, minyak sayur pun jadi. ga ada smoked beef/chicken, sosis pun saya embat. there’s sumthing miss with the taste also, krn ga ada black pepper sama parmesan cheese. >.<

anyway, uda lama banget kepengen nyoba masak si Aglio Olio ini. ptama kali makan tuh years ago, and been curious bout this food since then. baru 2 taon lalu ‘nemu’ ni makanan di Jakarta, and i fell in love again with it. ahahahhaa… akirnya saya menetapkan hati dan membulatkan tekad utk mencari resepnya #lebay. :D scara, ni makanan rada mahal booo, padahal stlah dibuat ndiri, oh well.. the price’s not that worth it. :|

thanks to Unca Google, stlah browsing sana-sini; saya pun merangkum berbagai recipes i found disesuaikan dgn selera saya tentunya. ahahahhaa… :D kebetulan banget, akirnya ada juga waktunya dapur rumah ‘not occupied’, jd bs nyoba2 deh. hehhehe.. :p so, here’s the simple recipe for Spaghetti Aglio Olio

150 gr Spaghetti, rebus kira2 10 menit *tambahin garam & mentega di airnya
2 siung Bawang putih, iris2 tipis
Cabe merah, cabe rawit iris2 sesuai selera
Chicken Sausage sebanyak yg dimau
Olive oil
Dry basil leave & oregano scukupny
Garam
Parmesan cheese

How to make
- tumis bawang putih sampai warnany kecoklatan & wangi
- masukin sosis, tumis sampai kemerahan
- masukin spaghetti yg uda direbus, cabe, dan jangan lupa garam
- taburkan basil & oregano + black pepper; aduk rata
- tuang ke piring, tambahkan parmesan cheese/grated cheese sbg topping
- Spaghetti Aglio Olio is ready to serve

Note:
sbenerny resep dasar utk Aglio Olio itu cuma pake tumisan bawang & minyak + taburan parmesan cheese aja. jadi utk ‘isi’ bisa disesuaikan ama selera. saya pernah makan di satu resto isinya itu pake ikan asin *yeap.. beneran, italian pasta + ikan asin -> nice combination. ahahahaa..

Ok, stlah dicoba2.. beginilah ‘penampakan’ hasil eksperimen saya. My 5 years old nephew couldnt stand the hot; ampe muka merah kepedesan, tp diabisin jg tuh sarapanny. :) oya, kmaren lupa pakein garem, uda mo angkat baru inget. walhasil, taro garam trus diaduk lagi, jdnya agak2 ‘kaco’ spaghettiny plus bawangny jd rada angus. :oops: oh well.. not bad lah, buat first try. anyone? ;)